Wednesday, August 15, 2018

WELCOME TO MFS-HOMESCHOOLING


Ceramics Class by Alvi, doc. MFS-HS


HOMESCHOOLING

MY FUN SCHOOL 



MOTTO: EDUCATION FOR SPECIAL MULTI-TALENTED


MFS VISION

Private school with basic concept of  the child care needs and focus on multitalented and build the student character in the futures

MFS MISSION :

- MFS Alternate education which learning by doing and will take care of all the condition
- MFS Institute parallel with government in create new generation in realize, practically basic training and life skill 


LEARN

MFS have programs are based on education for multi-talented by expert in early childhood explore Art, Music, Sport, Language skill, Drama, Math’s, Science and other activities. All under the direction of our educated and qualified of teachers and paraprofessionals.

GROW
My Fun School is one of the most important decision you will ever make the right choice! 



Let's join on exiting journey full of discovery and flexible hours and pricing package to your child specific needs!





Advantage:


Privilege Owned and Operated
Experienced and Certificate Teacher
Fun Module and Curriculum by Age  Appropriate
Educational Outing Programs
Inclusive Enrichment Program
Affordable Price

Klik Here for Registration Form 



HS CONSULTANT
Ksatria Residence C5, Medan - 20122 | M: +628153074433  |  E: myfun.sch@gmail.com







Sunday, July 1, 2018

BEASISWA PRESTASI

Siapa Bilang Homeschooler gak bisa menempuh jalur beasiswa?

Meski tidak sekolah formal, prestasi bisa dibuktikan lhoo... asal kita serius mengerjakannya. Kuncinya tentu harus tekun, konsisten dan konsekwen.

Bahkan beasiswa bisa ditempuh lewat jalur prestasi  ini. Jadi, buat yang belum tau kalau beasiswa itu ada dua kriterianya, yaitu: akademik dan prestasi.

Buat yang nilai akademiknya bagus tentu jalan mulus menempuh beasiswa terbentang. Namun yang berprestasi tetapi nilai akademiknya kurang mumpuni... kamu masih bisa ikuti test lewat jalur pelajaran yang paling kamu suka.

Jadi buat yang memiliki bakat minat hanya pada satu bidang pelajaran saja. Don't worry guys, tekuni bidang tersebut dengan sungguh - sungguh hingga kamu jadi ahlinya di bidang tersebut. Dan hal paling diharap dari keahlian tersebut adalah kamu menjadi mandiri secara financial.

Kata klisenya adalah menekuni hal yang kita cintai membuat kita mampu melakukan pekerjaan tanpa merasa dibebani.  Do what you love and Love what you do (betul gak yaa? 😘)

By Farah Wisesa


Info lengkap:
Homeschooling Consultant






Saturday, January 26, 2013

KRETA API

Pemandangan

Kereta api ulang alik Medan-Binjai membawa kami dalam perjalanan outing kali ini, Kami berangkat dari Stasiun KA (Kereta Api) Medan sekitar pukul 09.50 WIB dan tiba sekitar pukul 11.00 WIB dengan menggunakan KRDI (Kereta Rel Diesel Indonesia) Sri Lelangwangsa. Pengalaman naik kereta Api mungkin pernah dialami  banyak orang, tetapi ini pengalaman pertama Alvi anakku. 

Alvi kecil sangat menyukai segala permainan yang berbentuk kereta api, begitu terobsesinya ia pada kereta api, hingga suatu hari ia pernah meneteskan air mata bahagia karena kereta api melintas tepat saat mobil kami berhenti di depan pintu neng nong (rambu pembatas dilarang melintas). 

Kebetulan sekali Outing I, pada bulan January yang menjadi kegiatan rutin komunitas homeschooler setiap bulan naik kereta api sehingga kami berkesempatan membawa serta Alvi. untuknya ini adalah pengalaman belajar yang sangat menyenangkan karena dapat melihat dan mendengar langsung peluit kereta api yang biasanya hanya di dengar melalui televisi.  


Makan Siang di Kereta Api
Saat perjalan kembali dari Binjai-Medan, perut ternya menjadi lapar kami pun menyantap sandwich yang kami bawa sebagai bekal perjalanan hari ini. Membawa bekal makanan tidak dilarang selama seluruh penumpang harus menjaga kebersihan, tidak membuang sisa makanan dan plastik kesembarang tempat. Tetapi masih saja terlihat beberapa penumpang menyebalkan yang membuang puntung rokoknya di lantai. 

Hmm, semua nampak lahap menyantap bekal makanan masing-masing, sambil melihat kanan kiri. Hamparan permadani alam nampak menghijau dimana sebagian menguning menunggu masa panen. Sepanjang jalan kami telah melintasi banyak rekaman, dimana ada rumah yang tertata rapi dari susunannya terlihat perumahan elit. Lantas kami melewati juga perumahan kumuh yang terlihat bangunan rumahnya yang kusam tak tertata dimana jemuran terlihat melambai-lambai tertiup angin. 

Photo bareng di Gate keluar  Stasiun KA Medan
Akhir perjalanan adalah tugas (Jarak tempuh, bahan bakar, dsb) buat liza  dan Kebahagian yang tak terlupakan bagi Alvi yang terus berceloteh menceritakan kereta api dengan peluitnya yang nyaring selama seharian, pada setiap orang yang dijumpainya terutama kakek dan nenek.

By Farah Wisesa

Tuesday, March 20, 2012

HOME SCHOOLING: Pilot Sehari

HOME SCHOOLING: Pilot Sehari: Outing adalah agenda khusus setiap akhir bulan yang menjadi sarana kumpul bareng, sharing  sambil belajar langsung. Sabtu (25/3) di LANUD, M...

Sunday, March 18, 2012

Pilot Sehari

Outing adalah agenda khusus setiap akhir bulan yang menjadi sarana kumpul bareng, sharing  sambil belajar langsung. Sabtu (25/3) di LANUD, Medan.

Pertamakali aku duduk langsung dikemudi pesawat, rasanya seru menjadi pilot sehari walaupun mesin dalam keadaan mati. Terdapat banyak komponen yang sangat banyak dan sangat rumit yang kulihat langsung. Kami mendengarkan pilot menjelaskan bagian-bagian dan fungsi dari komponen yang terdapat disana.



Bagian akhir dari pelajaran hari ini kami menyaksikan pesawat dinyalakan, dan terdengar suara mesinnya yang sangat besar dan memekakkan telinga, itu sebabnya pilot dan kru memakai penutup telinga.

Tuesday, December 13, 2011

HOME SCHOOLING: Seni Budaya

HOME SCHOOLING: Seni Budaya: Belajar Seni Budaya sekaligus belajar sejarah dan Fotographi di Istana Tjong A Fie, Medan. ...

Seni Budaya

Liza
Belajar Seni Budaya sekaligus mengenal Sejarah dan perkembangan Kota Medan lewat barang antik juga pembekuan waktu lewat photo tua peninggalan keluarga Tjong A Fie yang masih terawat di Istana Tjong A Fie, Medan.

Hasil Jepretanku


Foto Keluarga Tjong A Fie

Jepretanku pada langit-langit Istana (Lampu Antik)
                                          


Pintu masuk Istana Tjong AFie

Bersama Para guru HSKS, Medan

Wednesday, October 12, 2011

HOME SCHOOLING: Art n Craft

HOME SCHOOLING: Art n Craft:   Frame Bahan:  Batu Coral (dapat dibeli yang sudah jadi) Triplex (Size 5R/10R) Pasir Pisau palet Lem kayu Kaca Cara P...

Tuesday, October 11, 2011

Art n Craft

 Frame

Bahan: 
  • Batu Coral (dapat dibeli yang sudah jadi)
  • Triplex (Size 5R/10R)
  • Pasir
  • Pisau palet
  • Lem kayu
  • Kaca


Cara Pembuatan :


Potong triplex 5R/10R menjadi dua,
beri lubang untuk kaca, Rekatkan  pecahan batu coral dengan mengoleskan lem pada pinggiran triplex
dengan menggunakan pisau palet, lakukan hingga semua pinggriran frame tertutup.



Friday, October 7, 2011

Art and Craft

Serius memperbaiki cat mobilan yang warnanya sudah lecek


Friday, September 30, 2011

Mengenal Seni Rupa Lewat Galleri

Friday on September 30, 2011

Sepulang dari menjemput Alizarin dari kegiatan setiap Jum'at di komunitas HSKS, Medan. Kami (aku dan suami) tidak langsung mengajaknya pulang. Kami bersama pergi ke sebuah galleri "Crispo Antiques". Disana dia belajar langsung mengidentifikasi beragam karya seni dari berbagai bentuk rupa dari kebudayaan bangsa Indonesia hingga seni mancanegara.

Lewat penampilannya yang sangat acuh dan terkesan tidak peduli, aku menyimpan kekaguman yang tidak aku tunjukkkan padanya. Sungguh dia dapat mengidentifikasi dan juga mampu menjawab pertanyaanku mengenai benda-benda seni yang begitu banyak terdapat di sana. Melihat dua buah  patung Singa, dia dapat membedakan patung tersebut buah karya pematung Bali dan China, dia juga dapat membedakan lukisan patung Budha karya pelukis Thailand dan Bali juga benda-benda seni lainnya seperti cramics karya Eropa dan China.

Tentu ini adalah sebuah cara belajar yang unik dan tidak membosankan bahkan aku tidak perlu berteriak mengajaknya belajar dengan memegang buku dan memberi teori-teori, karena Alizarin sendiri begitu antusias dan bersemangat mengamati setiap benda seni yang terdapat disana. Aku hanya  melihat apresiasinya yang tumbuh terhadap seni dan menghargainya lewat membeli setelah tawar menawar yang dilakukannya sendiri.

Pelajaran terpenting hari ini adalah kami melakukannya bersama-sama. Mengenalkannya pada jati diri bangsa dan keragaman budaya yang bersatu di sebuah tempat yang disebut galleri atau musium bagi pemikat dan penikmat seni atau pecinta seni (Art Lover).

Tuesday, September 13, 2011

HOME SCHOOLING: Ruang Kelas Kami Bersama






HOME SCHOOLING: Ruang Kelas Kami Bersama

Ruang Kelas Kami Bersama


Belajar Artinya bukan hanya aku membimbing anakku untuk belajar, tetapi aku juga harus belajar kembali dan membuka memori yang sumbat dan berkarat karena lama sekali tidak pernah dipakai buat mikir. Seperti juga membuka buku tua yang akan dibuang, dipilah pilih mencari yang masih dibutuhan dan menyingkirkan yang tidak diperlukan lagi. Memori yang sudah mulai sumbat dan berkarat  ini mulai diperbaiki dan diminyaki kembali. Mencari kiat mentransfer ilmu dengan cara praktis dan menyenangkan.

Pertama yang harus kusiasati merubah sebagian ruang makan menjadi dinding untuk meletakkan hasil karya terbaiknya, yaitu dengan menempel gambar dari seluruh mata pelajaran yang kami pelajari. Dengan melihat hasil karyanya dia lebih termotivasi.

Seperti hal pertama, hal kedua yang kulakukan memberi ruang pada kamar tidur untuk hasil karyanya. Memberinya pilihan untuk belajar didalam kamar atau di ruang makan atau dimana saja kecuali didepan televisi.
Televisi bukan hal tabu, tetapi ada saatnya juga kami belajar dengan menonton televisi atau DVD.

Banyak pilihan untuk belajar, artinya ruang bukan standar untuk menstransfer ilmu. Dimana saja, kapan saja semua ruang dan sudut bisa menjadi  tempat untuk belajar asal kita mau membuatnya menjadi  nyaman. Maka jadilah rumahku tempat kami belajar bersama, kelas kami bersama. Dimana aku menjadi guru dan  siapa saja juga bisa menjadi gurunya selama mengajarkan hal-hal yang baik dan tidak melanggar norma hukum,susila dan agama. karena selain menjadi guru untuk anakku akupun belajar hal-hal gaul darinya.

Wednesday, June 22, 2011

Pilihanku Homeschooling

Pemikiran saya dianggap aneh oleh beberapa orang, tetapi begitu juga saya  melihat pemikiran banyak orang yang menganggap sekolah adalah tempat menimba ilmu dimana murid harus datang, duduk, diam dan berseragam. Homeschooling juga salah satu sekolah dimana murid mendapat kebebasan bermain dan belajar. Meski dianggap aneh dan tidak biasa saya memutuskan untuk mengambil  resiko dan bertanggung jawab penuh pada pendidikan anak saya.

Pilihan saya tentu dengan banyak pertimbangan;
  • Sekolah membebani siswa dengan buku pelajaran yang terlalu banyak dengan alasan sesuai strandar kurikulum, sementara tidak semua buku bermanfaat bagi siswa.
  • Sekolah terlalu memaksakan siswa dengan mata pelajaran tambahan dengan alasan mendongkrak nilai yang rendah, padahal nilai yang rendah disebabkan kurang minatnya siswa pada pelajaran tersebut.
  • Sekolah lembaga bisnis yang memperhitungkan laba-rugi ketimbang masa depan siswa. (kita mungkin sering mengalami ketika terlambat membayar school fee, pihak sekolah tidak segan memberi peringatan dengan keras dengan alasan administrasi harus dipatuhi demi kelancaran proses belajar mengajar,dan berbagai alasan lain).
  • Bakat dan minat siswa terhadap bidang seni kurang mendapat prioritas utama, terbukti dengan minimnya jam pelajaran untuk seni.
Saya setuju bila kedua orang tua bekerja sehingga harus menitipkan pendidikan anak-anaknya pada sebuah lembaga yang disebut sekolah. Tetapi harus diingat pendidikan terbaik bagi anak adalah yang diberikan oleh orangtuanya. Jadi orang tua harus melihat kepentingan dan kebahagiaan anak daripada kepentingan kelestarian sekolah.

Kesadaran ini yang belum hinggap pada  beberapa orang teman, keluarga dan para orangtua umumnya. Mereka lebih memilih menentang pilihan saya ini, mereka menganggap ini pilihan yang salah karena home schooling hanya diperuntukkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan  hiperaktif, mereka juga khawatir  anak saya  tidak dapat bersosialisasi nantinya.

Meskipun saat ini saya  menjadi orang tua yang aneh dimata teman, kerabat dan sahabat. Aneh adalah pilihan yang tidak biasa bagi banyak orang tetapi saya  bertindak untuk tidak menyeragamkan keinginan saya dengan yang lain. Itu adalah pilihan terbijak bagi saya dan seluruh keluarga yang mendukung.


By Farah N.Wisesa